Postingan

Mulai Terlihat

Wow, God... Kusuka cara-Mu berbicara padaku. Ini di luar dugaanku. Memang benar, tak perlu terburu-buru dalam melakukan segala sesuatunya. Semua indah pada waktunya. Cukup dengarkan suara Tuhan dan Dia akan berbicara padamu. Wow, luar biasa, hahaha.... Seperti yang kuceritakan kemarin, aku sedang punya proyek untuk menulis, tepatnya untuk mengikuti lomba menulis. Hari ini aku tidak melakukan apa-apa dalam pengerjaan untuk lomba-lomba itu. Aku sibuk chatting dengan seorang senior di dunia kepenulisan, namanya T Sandi Situmorang. Dari chatting dan blognya barulah kutahu bahwa karyanya sudah meluas di majalah remaja dan koran nasional, bahkan sampai sekarang beliau masih senang menulis di koran lokal dan nasional. Mantap... Tanpa malu-malu aku serang beliau dengan banyak pertanyaan sampai aku puas menumpahkan rasa ingin tahuku tentang dunia penulis ini. Maklumlah aku kan masih pemula, hehe... Bersyukur banget bisa dapat banyak masukan dan kisah dari beliau, mulai dari menembus koran, maj...

Campur Aduk

Apa ya?? Aku juga bingung mau nulis apa. Yang kutahu saat ini hati dan pikiran ini rasanya campur aduk semua. Tadi siang rasanya semangat banget, eh udah malam jadi lemas, mas, mas... Pengen istirahat tapi kok rasanya sayang ya, hehe... Kayaknya latihan bobo lama sudah mulai menunjukkan hasil (yang benar aja) dan sekarang aku menjadi sedikit lebih kuat melawan keinginan tidur cepat. Lalu, apa yang kulakukan di saat-saat begini? Yah, apalagi kalau bukan menulis dan menulis. Apa yang ditulis? Yah, apa yang bisa ditulis, khususnya sesuatu yang bisa memberkati orang lain sekaligus memberkati diriku sendiri. Seperti biasa, kesibukanku ini sudah mulai merebut perhatianku. Begitulah, aku jadi terpacu sejak tulisanku diterima dengan baik di majalah Kingdom. Penerimaan yang membuatku merasa lebih dihargai. Thanx God... Hmm, tiba-tiba aku teringat satu hal. Aku teringat pada proyek yang ingin sekali kulancarkan sebelum bulan September berakhir (the date deadline). Proyek menulis untuk mengi...

Pilihan Ini

FYI, ini kali kedua aku menulis entri ini dan sempat membuatku kesal. Tulisan yang sebelumnya belum sempat ku-save, eh, tau-taunya laptopku hang, mungkin ketularan error sama pemiliknya, hehe... Oke, kita ulang lagi, tentu saja dengan sususnan kalimat-kalimat baru, huhuhu... Well, hari ini adalah hari yang melelahkan bagiku. Begitulah, pasalnya hari ini kami geladi resik wisudaan di auditorium USU. Bagiku itu melelahkan apalagi pulangnya harus ke kampus buat ambil undangan wisuda buat orang tua dan legesan SKTL yang lamanya naujubilah dibandingkan dengan proses yang dialami teman-temanku. Dua minggu lebih untuk mengurus dua lembar keramat, SKTL dan transkrip nilai. Waktunya yang cukup menyita waktuku (hehe, belagu amirr...). Dan gak cuma itu ketidakberuntungaku, ternyata transkrip nilai yang kuterima cuma 4 lembar padahal yang kuserahkan itu ada 5 lembar, lalu ke mana si satu lembar itu? Mungkin hanya si pe-legalisir yang tahu keberadaannya. Akh, sudahlah gak perlu dipikirin la...

Di mana Sebenarnya??

Hari ini temanku ngasi tahu aku informasi lowongan kerja di perusahaan perkebunan.Lokasinya di Medan memang dan ada niat juga untuk mencoba. Cuma masalahnya adalah aku masih belum yakin apakah itu adalah tempat yang tepat dan sesuai kehendak-Nya. Cara mengetahui yang agak membodohi sebenarnya, hehe.. Belum dicoba tapi sudah mereka-reka. Jadi, aku dan teman-teman berniat untuk mencoba dulu walaupun (sejujurnya) dalam hati masih ragu. Bukan apa-apa, ijazah aja belum keluar, wisuda juga baru seminggu lagi, otomatis cuma SKTL lah satu-satunya yang bisa digunakan sebagai ijazah sementara. Tetapi, lagi-lagi masalahnya adalah, legesan SKTL-nya belum juga kuambil. Biasalah, malas ke kampus ngecek apakah udah beres atau belum. Mengingat proses yang berlaku di kampus yang selalu lama, maklumlah semua orang mau cepat-cepat urusannya, jadi harus ada yang mengalah karena satu dan lain hal yang tidal perlu diekspose lagi karena sudah sering terjadi, hehe... Sabar, sabar, cuma itulah modal utama kam...

Lovely Mom

Gambar
Tepat 52 tahun yang lalu, terdengar tangisan seorang bayi kecil mungil saat pertama kali menghirup udara bebas dan terlahir ke dunia. Wajahnya yang merah dan tangisan pertamanya melegakan setiap orang yang hadir di tempat itu. Bayinya lahir sehat dan normal. Oh, Puji Tuhan, mungkin itulah yang keluar dari setiap bibir orang yang hadir. Sebenarnya waktu itu aku tidak hadir di sana. Ketidakhadiranku itulah yang membuatku jadi tidak dapat melihat dan merasakan dengan jelas seperti apa rasanya setelah seorang bayi akhirnya terlahir di tengah mereka. Tepat hari ini, 23 Juli 2010, bayi mungil yang kuceritakan tadi bukan lagi seorang bayi. Kelahiran bayi mungil yang sebenarnya hanya dapat kudeskripsikan lewat khayalan belaka, bayi mungil yang sesungguhnya tak pernah kusaksikan secara langsung, kini sudah berubah wujud menjadi seorang Mama. Tepat hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-52. Dialah Mamaku. My Lovely Mom.. Aku tahu memang tak mudah menjadi seorang Mama. Aku memang belum p...

Ini Masih Awal

Gambar
Hmm, hari ini, aku beli majalah Kingdom edisi Agustus 2010. Sekali lagi, fiksiku terpampang jelas di halaman 12 dan 13. Tapi, that's all. Cuma itu saja. Gak ada lagi tulisanku yang lain yang dimuat di edisi kali ini. I don't know, sejujurnya aku agak sedih, karena rubrik warning bukan aku lagi yang mengisi. Aku sempat berpikir bagaimana nasib tulisan-tulisanku yang lain? Kenapa tidak muncul ya? Dengan setengah hati kubaca tulisanku yang pernah juga nagkring di majalah dinding UKM KMK USU sewaktu aku tidak menjabat lagi sebagai Tim Mading. Cuma bedanya dalam fiksi yang ini, ada beberapa editan di sana-sini, tentu saja demi perbaikan dan kualitas yang lebih baik lagi. Soalnya ini kan mau dibaca secara nasional, bukan lagi kancah rumah persekutuan semata, hehe.. Kalo jelek-jelek banget kan bisa bikin malu tuh, tapi entahlah semoga aja yang baca bisa mengerti dan menangkap pesan yang ingin aku sampaikan. Pas aku baca lagi tulisan-tulisan yang lain, eh, ternyata bagus-bagus bang...

Bukan Untuk Apa, tapi Untuk Siapa...

Gambar
"Ya ampuun. Kenapa namaku ada di jurusan Ekonomi Pembangunan? Entah jurusan apa ini? Aku kan bukan anak IPS, kemarin pun aku belajar soal-soal IPS antara ada dan tiada, bisa-bisanya aku masuk jurusan ini. Aneh..” Aku bersungut-sungut di kamar setelah melihat namaku tercantum di pengumuman SNMPTN di Berita Sore. “Selamat ya , Mang..” Wajah Mamaku berseri-seri saat menunjuk dengan bangga nama Elkana Mario dalam koran yang sudah ditandai dengan stabilo biru. Aku hanya tersenyum getir. Rasanya aku ingin membatalkan semua ini tapi tak sanggup rasanya membatalkan senyum bangga Mamaku itu. Senyum bangganya penuh makna, seolah-olah ingin segera me-laminating lembaran Koran yang bertuliskan nama putra sulungnya ini. “Halo, gimana kabarmu, Nak? Mantap kan? Baik-baiklah kamu bersekolah ya supaya pintar dan tercapailah cita-citamu. Gimana, kamu setuju kan?” Bapak meneleponku dengan penuh semangat dan wejangan. Ini kedua kalinya Beliau menelpon dalam sebulan ini. Aku hanya menjawab seadanya...