Postingan

1/4 abad. Perak.

Kubersyukur sbab Kau setia Kumemuji-Mu karena Kau sangat baik Mulialah nama-Mu, Kutinggikan, kuagungkan, slama hidupku... Jadi, ini adalah satu lagu Nikita pas zaman sekolah minggu dulu. Jadul memang. Lagunya singkat. Sederhana. Udah seperempat abad ternyata aku sekarang. Ulang tahun perak. Semakin tua sudah. Semoga semakin dewasa juga lah ya, hehehe... Terima kasih yang tak terhingga bagi-Mu Tuhan. Sbab aku ada karena kemurahan hati-Mu. Terima kasih untuk anugerah-Mu, kasih setia-Mu, pertolongan-Mu, belas kasih-Mu, rancangan-Mu, dan seluruh hidup-Mu di dalam hidupku. Terima kasih untuk orang-orang di sekitarku yang melalui mereka aku dibentuk. Mereka yang mengasihiku, juga mereka yang pernah membuatku terluka. Berkati mereka Tuhan seperti Engkau memberkatiku. Sebab Tuhan itu baik bagi semua orang. Ini aku Tuhan. Jadilah padaku seperti yang Kau ingini. Amin.

GMS @150213

Hari ini aku pulang cepat dari kantor. Soalnya ada acara pindah rumah baru. Giliran anak-anak Finance move on ke gedung baru WTC 2. Horrayy, pulaaannngg!!! (hahaha, kayak anak sekolah dulu). Ternyata pulang cepat nggak terlalu pengaruh buat anak kost-kostan yang tinggalnya cuman satu kilometer dari kantor, wkwkwk... Buka-buka facebook sampe bosan. Ngelihatin profil orang, nyariin akun si ini dan si itu. Curi-curi tengok album foto orang. Udah bosan liat album foto sendiri sih, hahaha... Alhasil, ketemulah foto orang-orang lama yang sudah sepatutnya dilupain. Orang-orang yang pernah menggoreskan kenangan. Lucunya, foto berbicara lebih dari yang bisa dilakuin sama kata-kata. Teringat masa lalu? Jelas. Plus malas, wkwkwk... Tapi itu semua membuktikan kalo ternyata hidup itu terus berjalan, ya kan? Terus mengalir. Terus berputar. Terus berubah. Seperti gedung kantor yang bisa saja move on ke lokasi yang baru (bila diperlukan), meskipun nama perusahaannya masih tetap sama. Begitu pula ...

forGIVE TO forGET

Gambar
Hampir genap sebulan sejak saat kukatakan kalimat tersiratku padamu. Entah apa penilaianmu padaku, aku tak peduli lagi. Yang jelas aku tak ingin menyesali apa yang sudah kulakukan waktu itu. Bego. Bodoh. Rasanya seperti orang tolol. Kenapa aku harus ungkapkan padamu dengan cara itu? Aku muak dengan semua kesesakan di hati. Aku jenuh dengan pikiran yang terus-menerus memutar kisah tentangmu. Kisah kita saat masih sering bersama menjalani hari-hari. Aku bosan dengan sapaan teman. Benarkah kita teman? Hingga akhirnya aku merasa bahwa kau tak sungguh-sungguh menganggapku temanmu. Setelah aku mengalami perlakuanmu padaku. Hingga akhirnya kukatakan, maybe I am not really your good friend. Hanya kenalan biasa, pikirku. Aku menangis, bukan karena Tuhan tak mengizinkan kisah kita berlanjut dan berakhir bahagia. Aku menggalau bukan karena akhirnya sang waktu memutuskan kita untuk berpisah semakin jauh dan semakin mustahil untuk dapat bertemu kembali. Aku muram lebih kepada perlakuanmu yang seo...

Apa ini?

Apa ini? Aku tak tahu sejak kapan rasa ini mulai ada. Harusnya sudah lenyap ditelan masa. Harusnya sudah musnah termakan kenangan. Harusnya sudah tiada lagi rasa itu. Hahh.. Bulan dan tahun hidup yang banyak itu kita lalui masing-masing. Setelah sekian lama, sang waktu mempertemukan kita kembali. Perjumpaan di saat dan tempat yang tak pernah kuduga. Pertemuan yang membawa kita pada sebuah pertemanan yang baru. Rasanya berbeda mengenal dirimu yang bukan lagi bercelana pendek biru. Haha.. Kenangan masih terasa lekat dalam ingatanku. Masih adakah rasa yang dulu? Malu-malu kubertanya dalam hati. Kebersamaan mulai mewarnai hari-hari. Kekurangan. Kelebihan. Bunga. Duri. Matahari. Hujan. Mungkinkah aku terjebak di ruang nostalgia? Bulan dan tahun sejak saat pertemuan kembali itu berlalu sudah. Belum banyak yang kutahu tentangmu yang baru. Namun, pilihanmu yang membuat jarak kita akhirnya terpisah semakin jauh. Seketika ada yang berubah, meski kita masih berkalungkan pertem...

Potret Kita

Gambar
Sometimes, picture can tell you more than words can do. Memang ini cuma beberapa. Rata-rata pada sadar kamera pula. Mungkin lain kali perlu snapshot , biar lucu, hehe... With Permata kids @ Know Your Parent's Profession 2012 Christmast Day @ PD Permata Bank 2011 Inside Batik @ Mr. Giri's birthday Ultah Wanna @ Plaza Semanggi - Jumat pulang kantor Jenguk Soraya @ Tebet - pas hari Minggu (reporting LBU) Jumpa yuukk - menyambut Netty (Jogja) dan Mariati (NTT) Koro2 @ Inul Vista Semanggi Plaza

September Blur....

Ini sudah bulan berapa coba, tahun berapa coba? Kalau mau di-flash back ke masa-masa kuliah dulu, jujur-jujuran aja, yang kualami sekarang masih jauh dari harapan. Pengen nyerah, tapi gimana ya? Belakangan mendadak jadi orang dong-dong. Pikiran melayang entah ke mana. Seringkali kepikiran hal-hal rumit yang bikin hidup makin njelimet. Dibilang rumit karena memang belom ketahuan apa makna dan gimana maksudnya. Abstrak. Buram. Blur. Gamang. Bikin pusing. Entah gimana aku harus menumpahkan penuhnya isi hati dan kepala. Bila memang semesta ingin menurunkan hujan malam ini juga, ya silahkan saja. Tak ada hubungannya dengan kedunguan yang kerap kali menyapa. Menarik selimut dan meringkuk jadi satu-satunya pilihan. Jika esok hari alam raya bernyanyi di teriknya mentari, apa yang bisa kulakukan? Emang boleh aku memarahinya bertugas? Tentu tidak... Haaahh.... Tulisan tentang apa ini? Ketikan gak jelas apa-apaan yang sedang kukerjakan ini? Sudahlah. Gak penting juga.

Sixteenth

Tepat enam belas bulan yang lalu dia menginjakkan kaki di gedung hijau berlantai 23 di kawasan Sudirman. Dengan malu-malu kucing bercampur jinak-jinak merpati, gadis kampung berkemeja lengan panjang dan rambut seadanya itu memperkenalkan diri di depan ratusan pasang mata di acara Town Hall selantai 20 - Finance Controler. Perkenalkan saya Gratia Mastauly Situmorang, saya freshgraduated dari Medan, saat ini saya single and very happy... (Oh yeah?? Kabur!! Segera pake topeng sambil garuk-garuk dinding!!) Kurang lebih begitulah kisah kaledioskop dirinya di masa lalu. Kalau diingat-ingat, ngeri-ngeri sedap juga. Berawal dari seorang yang nggak ngerti apa-apa, menjadi (emang) ngertinya apa aja sekarang?? hehe... Mulai dari yang gagu-gagu excel hingga akhirnya kadang ditanyain si bos, "Eh, kalau mau bikin ini gimana ya, dek?" haha... Itulah proses. Pertama kali dikasih tanggung jawab cabang (proses control, reporting, dan rekonsiliasi), eleuh-eleuh , si eneng malah dikasih ...