Belakangan ini aku lagi rajin-rajinnya nelpon keluarga. Mumpung ada waktu senggang, pasti nelpon. Ngomongin apa aja, yang penting melepas rindu. Buat adek-adek, gak lupa aku menyelipkan secuil motivasi/pengalaman hidupku di ujung-ujung pulsa. Supaya ada sesuatu yang setidak-tidaknya bisa jadi pemantik api semangat. Sejak aku ke Jakarta, aku gak lagi bisa melihat mereka lebih dekat. Apa yang jadi kebutuhan mereka, baik materi maupun psikis. Begini memang resiko "long distance". Aku pun mulai diingatkan dengan kondisi yang ada sebelum akhirnya aku ke sini. Ternyata.... Tidak jauh berubah. Dan semuanya tidak terlalu baik-baik saja. Galau... Kadang apa yang kita alami memang gak seperti yang diharapkan (impikan). Pengennya, adek-adek lulus tepat waktu dengan nilai baik, semua sehat-sehat, rumah opung bisa selesai sesuai rencana dan semua mendukung, sanak keluarga hidup damai berdampingan, kondisi aman terkendali, tapi..... kenyataannya, tak seperti yang didambakan. Selalu ada...
Ini udah masuk bulan ke delapan aku menetap di Jakarta ini. Bukan waktu yang lama, tapi tidak bisa dibilang sebentar juga. Yah, tergantung dengan siapa aku dibandingkan. Apakah dengan orang Jakarta asli, atau dengan kaum urban sama sepertiku juga? Whatever lah.... Persoalannya sekarang, aku mau share satu fenomena yang aku temukan dan alami di sini. Ngomong-ngomong setiap kali aku pergi ke suatu tempat dengan menggunakan angkutan umum, khususnya busway, ada saja orang yang terkesan denganku. Maksud loh?? Yahhh, seperti hari ini aku training di salah satu hotel daerah Slipi, yang mengingatkanku dengan saat-saat aku interview dulu. Aku beberapa kali bertemu dengan orang-orang baru yang berdomisili di Jakarta sejak lahir. Lalu saat pulang kita pulangnya bersama-sama. Nah, yang lucunya, pas kita pulang itu, seringkali yang terjadi adalah si orang-orang Jakarte ini mengaku terkesan melihatku yang perantau tapi nampaknya lebih paham jalur-jalur angkutan umum atau busway yang akan kami tu...
Apakah cinta itu punya definisi ? Sehingga kita bisa mengatakan itu bukan cinta, ini baru namanya cinta, karena cinta itu seperti ini, bukan seperti itu, dan seterusnya.... Cinta. Cinta. Cinta. Abad berganti abad, tapi cinta tetap menarik untuk dijadikan tema. Ada banyak lagu tercipta karena cinta, begitu pula cerita-cerita novel bahkan sinetron. Rata-rata kisahnya masih tetap ‘all about love’. Cinta antara dua insan yang berbeda, cinta orang tua dan anak, bahkan gilanya, ada pula cinta antara dua insan tidak berbeda. Entah ini bisa disebut cinta atau apa. Terserahlah. Ya, ya, era boleh berganti, tapi cerita cinta mungkin akan selalu ada. Mulai dari kisah cinta zaman Cleopatra, Romeo dan Juliet, Tao Ming Se dan Shancai, Rahul dan Anjali, hingga Cinta Fitri. Mulai dari cinta dalam hati, cinta bertepuk sebelah tangan, hingga cinta hidup bahagia selama-lamanya seperti di dongeng-dongeng. Tapi wey,,, sebenarnya apakah cinta itu? Atau bagaimanakah cinta...
Komentar
Posting Komentar