Postingan

Orang ini...

Tadi aku melihat orang ini lagi di depan lift. Persis di saat pintu lift terbuka. Saat itu aku turun sendirian. Dia juga sendiri.Tak seperti biasa kami bersama teman masing-masing. Dia dengan baju hitamnya tanpa kaca mata. Aku dengan baju ungu dan kaca mataku. Sepertinya kami sempat bertatapan sekian detik persis saat pintu lift itu terbuka. Tapi sekian detik kemudian kami sama-sama memalingkan wajah. Seperti tidak kenal satu sama lain. Padahal aku tahu siapa dia. Aku hanya tidak tahu, apakah dia tahu aku? Sebelum turun aku sempat membuka facebook sambil menunggu Kak Sabeth untuk makan bareng. Sempat berniat mengupload fotoku yang ’untouchable black’ lalu mengurungkannya karena malu. Sempat mampir di profil beberapa orang untuk sekedar melihat status update mereka. Yaa, termasuk profil orang ini. Stalking? Kebetulan. Teleponku berdering. Akhirnya Kak Sabeth meneleponku juga setelah aku menunggunya hampir satu jam saking sibuknya dia. Kami janjian ketemu di bawah untuk makan siang ba...

Ada waktunya..

Tuhan telah menetapkan masa-masa dalam kehidupan Anda. Ia memiliki suatu rencana yang lebih baik. Di dalam Kerajaan Allah, setiap musim bukanlah musim penuaian. Ada musim membajak, musim menanam, dan musim mengairi. Dan tentu saja, kita senang jika setiap musim terjadi peningkatan, tetapi tanpa musim-musim lainnya, kita tidak akan dipersiapkan. Musim membajak adalah saat Tuhan menerangi masalah-masalah yang perlu kita selesaikan. Ia mempersiapkan kita untuk bertumbuh. Jika Anda tidak maju seperti yang Anda harapkan, kuncinya adalah jangan memperlambat langkah Anda. Jangan mundur. Jagalah sikap iman dan pengharapan Anda, walaupun saat itu sulit. Teruslah membajak dengan mengucapkan firman setiap hari. Tuhan berjanji saatnya bagi Anda akan tiba! Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. (Pengkotbah 3:1) Diambil dari kalender tanggal 1 April : Joel Osteen - Your Best Life Now

Angan-angan tukang cendol...

Okeh, malam ini aku berandai-andai sebelum tidur, hahahaa... Gak apa-apa kali ya? Selama mengkhayal masih gratis dan gak ada yang merasa dirugikan, sah-sah ajalah yaa, hihihi... Entah, ini bakal terwujud atau hanya berujung pada angan-angan tukang cendol, namanya juga berandai-andai, wkwkwk… Seandainya suatu hari nanti aku bertemu dengan Sang Adam (tapi bukan vokalis Maroon 5, caela…), apakah yang selanjutnya akan terjadi? Apakah aku akan tetap bekerja di kantor? Atau menjadi ibu rumah tangga? Cita-citanya sih pengen jadi mamak rumah tangga, tapi bukan yang full timer ngurusin rumah juga sih. Takutnya jadi nonton sinetron melulu, wakakak... Mmm, pengennya nih pas anak-anak lagi pada di sekolah, aku bisa mengisi waktu dengan menulis atau mengajar.  Menulis. Yaaahh, minimal nulis blog kayak begini, nulis yang ringan-ringan, yang tak penting juga bisa barangkali. Kalo soal politik kayaknya terlalu berat sih untuk otak kecil saya, wkwkwk… Atau bisa juga cerita anak atau do...

Bukan status galau

Siang ini saat isi pikiran serasa mendesak ingin keluar, aku teringat pada blog ini. Betapa sudah lama aku tidak mencurahkan isi kepala dan isi hati, mulai dari sesuatu yang gak penting sampai kepada seseorang yang gak-penting-penting kali, wakakak... Sejak ada si Blackberry di sisiku, otomatis si Acer dan Smart mulai terabaikan. Sejak ada smartphone, semua serba singkat, hanya sekian ratus karakter. Ekspresi diri ini dibatasi oleh karakter media sosial, sehingga seringkali membuat personal message bergonta-ganti. Hingga akhirnya saya disebut galau. Ohh tidaaakkk. Bukan begitu. Dengar, saya bukan orang seperti itu, cinnnn.... Lihat isi status saya, juga bukan status-status yang ingin menunjukkan siapa saya, sedang di mana saya, sedang ngapain saya, sedang bagaimana saya. Oh No... Dan, inilah pengakuanku. Sebenarnya saya cuma ingin menginspirasi. Cuma ingin berkespresi. Masalahnya saya terbatas pada jumlah karakter pada smartphone dalam genggaman tangan. Juga bukan bermaksud untuk memp...

Percakapan bodoh

Ini adalah beberapa dialog yang masih aku ingat. Dialog yang ingin kudokumentasikan karena lucu menurutku. Percakapan bodoh antara aku dan seorang teman yang kadangkala sangat menyebalkan tapi juga mengesankan. Teman yang baik. Kadang juga teman yang ngeselin. Teman marbadai, wakakakak.... Ini adalah percakapan kami setelah sekian kali ngobrol, tetapi (dengan tidak sopannya) ternyata dia tidak ingat namaku sama sekali. Memalukan. “Selamat hari Minggu.” “Oh iya, selamat hari Minggu juga.” “Elu emang pendiam banget ya? Gabung dong sama yang lain. Seru, lho.” Gue sok akrab. “Hehehe. Iya gue lebih sering sama cowo-cowonya, sih. Yang cewenya gue cuma ingat ***i, sih.” “Karena tanggal lahirnya sama, ya? Ulang tahun yang kemarin, hahaha…” “Ya gitu deh, hahaha… Banyak sih yang belum gue kenal.” “Masa? Kan udah sering ngobrol juga.” “Daya ingat gue rendah. Jadi susah ingat nama orang. Kalau wajah mungkin ingat.” “Oh…” Mulai ragu. “Nama elu juga, gue kagak ingat. Sia...

Jangan !

Jangan pernah mencoba untuk memahami semua hal ! Semakin kau mencobanya maka kau akan semakin pusing dibuatnya. Jangan berpikir terlalu panjang ! Ingat kapasitasmu.... Manusia adalah makhluk yang terbatas. Hanya Tuhanlah yang tidak terbatas. Kerjakan bagianmu dan jangan lupakan Tuhan. Biarkan Dia juga punya bagian di dalamnya. Jangan andalkan pikiranmu sendiri ! Jika tidak.... Hidupmu bukannya semakin mudah, malah semakin gundah.

The best is yet to come

Kenapa aku masih menunggu hingga saat ini? Karena yang terbaik belum datang. Kenapa aku harus tetap berharap hingga kini? Karena yang terbaik belum tiba. Kenapa aku harus terus berdoa hingga detik ini? Karena yang terbaik belum saatnya. Kenapa tak bisa asal-asalan saja, yang penting ada? Karena yang terbaik akan datang. Tapi, kenapa rasanya begitu lama? Menunggu, berharap, berdoa, dan terus menanti. Karena yang terbaik belum datang, dan akan datang tepat pada waktunya. Jika yang kunantikan itu adalah yang terbaik, aku akan... The best is yet to come. Please wait for. That will be worth it.  Menanti bukanlah hal mudah. Berharap dalam penantian.  Engkau pengharapanku dalam penantianku. Jika yang terjadi saat ini demi kemuliaan-Mu, aku rela. Jika saat ini tanpa yang terbaik adalah ingin-Mu, aku terima. Apapun itu. Asal Engkau bersamaku. Aku tenang.