Postingan

Tulisanku di Majalah

Gambar
Hihihii... Bahagia dan bangga! Tulisanku dimuat.. wow.. prestasi.. yiihhaaa... wkwkwk... Berkat sentuhan dari sang editor, artikelku pun jadi makin ciamik.. thank you, mba wulan.. ^^ Dimuat aja udah senang yaa.. apalagi ini, ngeliat judulnya jadi salah satu "highlight" di cover, duuh rasanya pengen jingkrak-jingkrak... ulalaaa...  Maafkan kenorakan saya, mohon dimaklumi.. secara "perdana" gituu... hahaha Ini dia penampakan karya saya di Majalah Inovasi milik Kementerian Sekretariat Negara.. Semoga saja tidak berhenti sampai di sini ya.. ^^ Semangat!!

I surrender

Gambar

Mak, Mak...

Gambar
Persis tadi siang. Tiba-tiba aku merindu. Langsung kutanya kabarmu lewat sms & wa. Tak ada balasan. Tapi tiba-tiba telepon masuk darimu. Suaramu berat. "Mamak batuk?" "Lagi di rumah sakit, nang.." Jedeeerr!! "Diinfus. Dua botol." "Kok bisa?" Lalu dirimu bercerita sedikit dan meminta doa supaya semua baik-baik saja. Ah, rasanya aku ingin memelukmu detik itu juga. Tanpa sadar mataku berkaca-kaca. Aku berusaha menahan. Rasanya ingin terbang dalam sekejap. Untuk menemanimu. Tapi aku cuma bisa berdoa. Semoga tidak ada hal buruk terjadi. Tiga jam berlalu. Aku sudah tak sabar mendengar kabarmu. Aku sms lagi. Aku menunggu. Tak ada balasan. Aku telepon. Tak ada jawaban. Pikiranku kalut. Kutelepon my brother. Tak diangkat.  Aaahh... Di mana kalian semuaa?? jeritku dalam hati. Pada nada sambung penghabisan, tiba-tiba kudengar jawaban. Akhirnya. Suara berat lagi. Ah.. Aku baper. "Lagi di mana, dek?" "Baru bangun, kak.." Tu...

Jawaban Doa (2)

Saat kau sudah berdoa sungguh-sungguh, masakan Tuhan tidak menjawab doamu? Saat Tuhan telah menjawab doamu, masakan kau akan kecewa dengan itu? Semua doa akan menemukan jawabannya sendiri, sesuai rencana-Nya.. Jangan pernah kecewa dengan jawaban doamu, sekalipun tak seperti harapmu. Jika kau mau sedikit lebih percaya lagi, kau akan melihat lebih banyak lagi. Segala yang tak kau pahami saat ini, akan kau mengerti kelak. Segala yang kau terima saat ini, akan kau banggakan nanti.. Percayalah.. Percayalah kepada-Nya dengan segenap hati..

Sebatang Kara

Telah selama inilah aku... Sebatang kara mengarungi ibukota Kadang tenang, kadang goncang Sebatang kara menapaki kehidupan Kadang terang, kadang gelap Sebatang kara tanpa kawan Kadang tegar, kadang tepar Sebatang kara di setiap masa Sebatang kara menelan rasa Sebatang kara memendam segala Sebatang kara dengan air mata Sebatang kara untuk berani Sebatang kara untuk kuat Mustahil tanpa keluh kecewa Ragu melanda Kalut bergelut Sebatang kara aku jalani Kucoba terus ingatkan diri Ada sendiri yang tak benar-benar sendiri Ada sendiri yang tak selalu sepi Sebatang kara di genggaman-Nya Sebatang kara dengan hati-Nya Sebatang kara dalam peluk-Nya Kutenang s'bab Kau Bapaku...

Si Pemikir

Si pemikir yang hidup dalam pikirannya Pikirannya adalah dunianya Semakin dia berpikir semakin dia kelelahan Semakin dia berlari-lari dalam dunianya Semakin dia berpikir, semakin jauh dia berlari Si pemikir yang tiada ujungnya Si pemikir yang tiada berakhir Si pemikir yang selalu saja berpikir Si pemikir yang memikirkan apa saja Si pemikir yang tak pernah berhenti berpikir (gms_071117)

Ban Bebek Kuning

Ketika aku menuliskan hal ini, aku dalam keadaan sangat bingung. Aku nggak paham. Manakah yang harus kupilih? Manakah yang sebenarnya kehendakku yang semestinya harus kusesuaikan dengan kehendak-Nya? Aku seperti orang yang terapung-apung bersama ban bebek kuning di tengah kolam renang atau jangan-jangan di tengah samudera. Aku ingin menuju tepian. Tapi apa daya? Aku nggak bisa berenang. Hanya bisa berharap kedatangan tim penyelamat segera menghampiriku. Aku lelah. Aku lelah berusaha bergerak menepi. Aku lelah mengepak-ngepakkan tangan seolah aku bisa berenang. Aku. Dan diriku yang tak bisa apa-apa.