Postingan

Angan-angan tukang cendol...

Okeh, malam ini aku berandai-andai sebelum tidur, hahahaa... Gak apa-apa kali ya? Selama mengkhayal masih gratis dan gak ada yang merasa dirugikan, sah-sah ajalah yaa, hihihi... Entah, ini bakal terwujud atau hanya berujung pada angan-angan tukang cendol, namanya juga berandai-andai, wkwkwk… Seandainya suatu hari nanti aku bertemu dengan Sang Adam (tapi bukan vokalis Maroon 5, caela…), apakah yang selanjutnya akan terjadi? Apakah aku akan tetap bekerja di kantor? Atau menjadi ibu rumah tangga? Cita-citanya sih pengen jadi mamak rumah tangga, tapi bukan yang full timer ngurusin rumah juga sih. Takutnya jadi nonton sinetron melulu, wakakak... Mmm, pengennya nih pas anak-anak lagi pada di sekolah, aku bisa mengisi waktu dengan menulis atau mengajar.  Menulis. Yaaahh, minimal nulis blog kayak begini, nulis yang ringan-ringan, yang tak penting juga bisa barangkali. Kalo soal politik kayaknya terlalu berat sih untuk otak kecil saya, wkwkwk… Atau bisa juga cerita anak atau do...

Bukan status galau

Siang ini saat isi pikiran serasa mendesak ingin keluar, aku teringat pada blog ini. Betapa sudah lama aku tidak mencurahkan isi kepala dan isi hati, mulai dari sesuatu yang gak penting sampai kepada seseorang yang gak-penting-penting kali, wakakak... Sejak ada si Blackberry di sisiku, otomatis si Acer dan Smart mulai terabaikan. Sejak ada smartphone, semua serba singkat, hanya sekian ratus karakter. Ekspresi diri ini dibatasi oleh karakter media sosial, sehingga seringkali membuat personal message bergonta-ganti. Hingga akhirnya saya disebut galau. Ohh tidaaakkk. Bukan begitu. Dengar, saya bukan orang seperti itu, cinnnn.... Lihat isi status saya, juga bukan status-status yang ingin menunjukkan siapa saya, sedang di mana saya, sedang ngapain saya, sedang bagaimana saya. Oh No... Dan, inilah pengakuanku. Sebenarnya saya cuma ingin menginspirasi. Cuma ingin berkespresi. Masalahnya saya terbatas pada jumlah karakter pada smartphone dalam genggaman tangan. Juga bukan bermaksud untuk memp...

Percakapan bodoh

Ini adalah beberapa dialog yang masih aku ingat. Dialog yang ingin kudokumentasikan karena lucu menurutku. Percakapan bodoh antara aku dan seorang teman yang kadangkala sangat menyebalkan tapi juga mengesankan. Teman yang baik. Kadang juga teman yang ngeselin. Teman marbadai, wakakakak.... Ini adalah percakapan kami setelah sekian kali ngobrol, tetapi (dengan tidak sopannya) ternyata dia tidak ingat namaku sama sekali. Memalukan. “Selamat hari Minggu.” “Oh iya, selamat hari Minggu juga.” “Elu emang pendiam banget ya? Gabung dong sama yang lain. Seru, lho.” Gue sok akrab. “Hehehe. Iya gue lebih sering sama cowo-cowonya, sih. Yang cewenya gue cuma ingat ***i, sih.” “Karena tanggal lahirnya sama, ya? Ulang tahun yang kemarin, hahaha…” “Ya gitu deh, hahaha… Banyak sih yang belum gue kenal.” “Masa? Kan udah sering ngobrol juga.” “Daya ingat gue rendah. Jadi susah ingat nama orang. Kalau wajah mungkin ingat.” “Oh…” Mulai ragu. “Nama elu juga, gue kagak ingat. Sia...

Jangan !

Jangan pernah mencoba untuk memahami semua hal ! Semakin kau mencobanya maka kau akan semakin pusing dibuatnya. Jangan berpikir terlalu panjang ! Ingat kapasitasmu.... Manusia adalah makhluk yang terbatas. Hanya Tuhanlah yang tidak terbatas. Kerjakan bagianmu dan jangan lupakan Tuhan. Biarkan Dia juga punya bagian di dalamnya. Jangan andalkan pikiranmu sendiri ! Jika tidak.... Hidupmu bukannya semakin mudah, malah semakin gundah.

The best is yet to come

Kenapa aku masih menunggu hingga saat ini? Karena yang terbaik belum datang. Kenapa aku harus tetap berharap hingga kini? Karena yang terbaik belum tiba. Kenapa aku harus terus berdoa hingga detik ini? Karena yang terbaik belum saatnya. Kenapa tak bisa asal-asalan saja, yang penting ada? Karena yang terbaik akan datang. Tapi, kenapa rasanya begitu lama? Menunggu, berharap, berdoa, dan terus menanti. Karena yang terbaik belum datang, dan akan datang tepat pada waktunya. Jika yang kunantikan itu adalah yang terbaik, aku akan... The best is yet to come. Please wait for. That will be worth it.  Menanti bukanlah hal mudah. Berharap dalam penantian.  Engkau pengharapanku dalam penantianku. Jika yang terjadi saat ini demi kemuliaan-Mu, aku rela. Jika saat ini tanpa yang terbaik adalah ingin-Mu, aku terima. Apapun itu. Asal Engkau bersamaku. Aku tenang.

Lamunan sebelum tidur - Twins

Ini cuman tulisan angan-angan sebelum tidur. Mungkin tidak terlalu penting tapi cukup menggelitik pikiranku. Dari dulu pengen punya anak kembar. Lucu juga kayaknya. Bisa beli baju-baju anak yang setengah lusinan. Atau bisa juga yang lagi promo, beli satu gratis satu, hihihi... Dasar anak ekonomi. Nggak lah, becanda, hahaha... Hmmm, rasanya gimana ya? Melahirkan satu kali tapi dapat anaknya dobel. Puji Tuhan! Apalagi kalau kembarnya cewe dan cowo. Pas lah sepasang. Langsung program KB tercapai, hahaha... Atau, gimana ya kalau kembarnya cowo dua dan cewe dua? Jadi sekali lahir itu dianugerahi empat orang bayi imut. WOW! Kira-kira hamilnya kayak apa ya? Melahirkannya pasti sakit banget, wuuaaa.... Terus ngurusnya gimana? Suaminya harus yang mau ikut turun tangan tuh, hahaha, mikir-mikir. Abis gak pernah dengar pengalaman orang yang pernah ngurus anak kembar sih. Jadinya blur. Tapi aku percaya Tuhan punya rencana, bawa dalam doa ajalah. Lho?? hehehe.... #kok jadi serius Harapan ya...

Bingung

Sekarang gue bingung harus gimana. Harus mulai dari mana, dari apa, dan dari kapan. Ternyata memikirkan semua hal bikin kita jadi lelah. Manusiawi memang kalo semua ada batasnya. Batas awal dan batas akhir. Cuma persoalannya apa yang mesti gue lakukan? Apa sih yang udah gue kerjakan selama ini? Waktu  selalu menjalankan tugasnya dengan setia. Berjalan terus tanpa pernah berhenti sedetik pun. Apalagi mundur. Gak akan mungkin. Doraemon hanya ada di dalam dunia Fujiko F. Fujio. Pintu ke mana saja dan mesin waktu itu gak pernah ada. Semua harus dijalani bersama proses masing-masing. Entah itu singkat. Entah itu lama. Seberapa jauh kita bertahan menentukan akhir segalanya. Menyentuh garis finish atau kalah menyerah di tengah jalan.