Orang-orang baru
Ketika aku berkata aku rindu gathering PAKSU bukan berarti aku rindu ingin mengulang semua rangkaian acaranya. Aku rindu orang-orang baru yang aku kenal di dalamnya. Juga semua keseruan bersama mereka.
Tepat sebulan lalu saat aku bertemu dengan dia di depan meja speed dating. Itu adalah momen sembilan menit ngobrol antara cewe dan cowo untuk kenal satu sama lain. Selanjutnya? Terserah anda… Setelah gathering apakah ada follow up atau tidak, itu kembali ke masing-masing orang. Sampai pada hari ini gak banyak yang kutahu tentang dia. Yang kuingat aku senang ketemu dan ngobrol dengan dia. Apa yang kusuka dari dia? Aku tak tahu. Menjadi temannya adalah harapanku. Mengenalnya semakin dekat dan menjadi sahabat buat dia. Bahkan, jika Tuhan berkehendak menjadikanku penolong bagi dia. Tapi, aku gak cukup berani berharap sampai sejauh itu. Pengenalan yang dangkal dan kekaguman semata bukanlah modal yang cukup menuju jenjang yang lebih serius.
Aku sadari penuh umur segini bagi perempuan bukanlah lagi waktu untuk bermain-main dengan hati. Keseriusan adalah tujuan dari sebuh hubungan yang dibina. Bukan lagi ajang coba-coba. Bukan lagi masa untuk buru-buru meng-cut hubungan komunikasi tanpa memberi kesempatan kepada sang pria untuk saling kenal lebih jauh. Bukan lagi masa segera menutup pintu ketika perbedaan ditemukan. Bukan lagi masa untuk melihat-lihat apakah dia sempurna? Apakah dia yang terbaik? Bukan lagi soal itu. Saat ini, saat aku memutuskan untuk membuka diri pada siapa pun, termasuk dengan dia, hanya satu yang aku pikirkan, apakah dia orang yang tepat bagiku? Tak peduli apakah dia sempurna, apakah dia memenuhi daftar kriteria yang kubuat, apakah dia sudah mapan, apakah dia sudah begini, sudah begitu, dll…
Entah itu dia. Entah itu orang lain. Entah akan berlanjut. Entah berhenti di tengah jalan. Entah berujung pada orang yang tak diduga sama sekali. Aku tak tahu. Aku tak pernah tahu. Sampai aku temukan sendiri jawabannya. Di saat Tuhan sudah mengantarkanku di masa yang telah Dia tetapkan sendiri.
Tepat enam minggu lalu juga aku bertemu dengan saudara/saudari baru di tim pelayan acara. Awalnya aku bukanlah bagian dari mereka. Entah mengapa, posisi suara dua di tim itu kosong. Apakah Tuhan memang sudah menyiapkan tempat itu untuk aku melayani Dia di gathering? Tidak ada yang kebetulan, bukan? Setelah gak ikut latihan pertama, sudah pasti kecanggungan adalah pemandangan yang lumrah. Aku baru bisa ikut di latihan kedua. Hanya abang kelompokku yang kukenal. Pendiam dan pemalu adalah kesan yang mereka lihat dariku. Seiring berjalan waktu kami semua semakin dekat satu sama lain. Tawa canda senang bersama tak ada habis-habisnya. Menjodohkan si ini dengan si itu. Menceritakan apa saja dan siapa saja yang bisa dijadikan bahan obrolan. Dan herannya, sampai saat ini ada kalanya aku masih dan tiba-tiba rindu momen bersama mereka.
Oh iya satu lagi, ada seorang abang baru juga. Sejak pandangan pertama aku bisa merasakan dia berbeda. Selama dua kali latihan kami gak banyak interaksi karena kami gak satu tim pelayan acara. Saling memandang dan saling menyalam, layaknya sebagai saudara seiman. Gak ada yang luar biasa hingga tiba acara tiga hari acara gathering. Baru kelihatan aslinya. Dan entah kenapa, tingkah lakunya begitu lucu (bahkan konyol) di mataku. Bagiku dialah orang paling konyol dan (mungkin) tak akan terlupakan. Dia selalu bisa membuatku tertawa. Bukan! Bukan cuma aku yang tertawa dibuatnya. Tapi semuanya. Benar dugaanku, dia sangat menyenangkan. Lebih lucunya lagi, ternyata dia adalah abang kelompok kedua temanku di kostan dan guru sekolah minggu. Kebetulan yang sangat kebetulan, bukan? Mungkin benar dunia memang sesempit daun kelor.
Aku merasa beruntung dipertemukan dengan mereka. Orang-orang baru. Mungkinkah salah satunya adalah the right man? Who knows? Aku percaya Tuhan telah persiapkan semua itu. Dan Tuhan akan mempertemukan ketika segala sesuatunya sudah siap. Baik diriku, maupun dirinya. Amin…
There will always be a reason why you meet people. Either you need them to change your life. Or you are the one that will change theirs.
Komentar
Posting Komentar